Review Anime: Kimi no Nawa
Spoiler dari aku: Banyak skip dan malas nonton full karena takut kena mental, paling gak ngenes.

Udah sering dapet spoiler, bahkan sering dengerin lagu-lagunya Radwimps semenjak channel Waku Waku Japan nyasar di TV kabelku karena masuk chart. Zen Zen Zense sama Nandemonaiya menjadi yang paling sering didengarkan.

Let's start, cause I don't really want to do this. Visual, kita tidak perlu bahas karena keseringannya aku fokus ke cerita.

Baru di awal, udah building emotion dengan memainkan kesedihan. Ini belum intro dari Radwimps btw. Dari awal, ini mengambil topik sensitif berupa mimpi.

Fast skip, SOL yang fokus di relationship. Fokus ke MC cewek. Sampai scene itu. Mulai muncul si cowoknya. Mitsuha/Taki.

Sayangnya, roh yang tertukar tidak ada di aqidah Islam. Seandainya terjadi, tidak mungkin di dunia nyata. Apalagi hanya gara-gara komet atau meteor.

Berlanjut, sekadar character introduction yang mengalami sedikit development dan improvement. Hanya untuk memperkuat inti utama cerita. Mimpi + roh tertukar.

Di tengah baru kedengaran Zen Zen Zense. Selepas itu, alur bergerak ke kedua MC yang mencoba berdamai dengan keadaan ini dan malah berkoordinasi karena kejadian fantasi itu.

Alur mulai memberi kesan. Karena tidak bertukar lagi. Dan MC cowok mulai mencari MC cewek. MC cowok jago gambar buset. Dari gambar nanya alamat.

Mulai memberi teori nih. Ceritanya gara-gara komet, malah mati. Itu alasannya gak bertukar lagi. Kata si MC cowok. Dan akhirnya mempertanyakan identitas. Tuh kan jadi krisis. Emang bahaya itu, untung banget Tuhan tidak membuatnya benar-benar terjadi di dunia nyata. Semakin mempersulit untuk mengenal diri kalau kejadian.

Usaha MC cowok semakin keras sampai memunculkan scene kampret itu. Why? Masa lalu seseorang kelam. Tapi syukur masih kuat. Huft. Tapi scene komet itu lagi. Ah.

Tapi somehow dapat terhubung lagi dan malah berencana untuk menyelamatkan orang sekota? MC cewek mulai mengumpulkan rencana. Tapi karena banyak yang gak percaya, giliran MC cewek yang pengen ketemu MC cowok.

Akibat pertukaran ini, aku agak bingung sama timelinenya. Kapan 2016, kapan 2019. Perselisihan timeline semakin menyiksa perasaanku.

Tapi paling gak akhirnya bertemu karena minum abu pembakaran mayat? Aqidah apa lagi ini? Sesat. Pertemuan mereka. Ah. Makin tersiksa aku. Tapi kok pertemuan ini kayak sekadar halu? Atau aku yang masih bingung akibat timeline tadi?

Deket akhir, baru kedengaran Nandemonaiya. Radwimps emang dikontrak karena bagus rupanya. Gak nyesel juga denger lagu yang lain.

Dan kembali ke MC cewek. Lah, kok lanjut upaya penyelamatan kota itu? Makin bingung sama timeline tolong.

Tapi kometnya malah belah dua? Makin bingung. Yang jelas, masih meledak tapi tidak sekeras yang asli?

Tapi akibat ini, si MC cowok gak tahu kenapa dia di satu tempat? Dia melanjutkan hidupnya dan ketemu.... Ho, berhasil diselamatkan kali ini rupanya. Tapi MC cowok lupa segalanya masalah kota itu? Sampai apa yang dia cari?

You know what is this called? A butterfly effect. Satu perubahan kecil yang berdampak besar. Takdir yang tidak bisa diubah, memang tidak bisa diubah. Bahkan dengan usaha pun, hasilnya sama.

Endingnya agak menggantung. Tapi mereka yang dewasa bertemu. Sadar pernah bertemu tapi lupa.

At the end, I really couldn't hold it. Dasar lemah aku ini ya?

Rating: Penyiksaan Jomblo/10 eh 8/10